Friday, April 30, 2010
Dikejar atau mengejar?
www.satuiku.com Senja beranjak malam, suara azan magrib dari berbagai masjid dan surau baru saja berlalu dari pendengaranku, aku menepi di sebuah jalan lurus satu arah, kemudian mematikan mobilku dan membuka kaca mobil agar angin bisa masuk. Aku merasa sangat lelah dan sedikit ngatuk, jadi cukup berbahaya jika tetap melanjutkan perjalanan.

Aku keluar dari mobil dan berlari-lari kecil agar berkeringat dan mengusir rasa kantuk. Hanya sekitar 10 Menit kemudian aku berdiri di depan mobil. Pandanganku tertuju pada kendaraan-kendaraan dan mobil-mobil yang melaju. Entah sudah berapa banyak mobil-mobil dan kendaraan-kendaran yang lewat dengan berbagai merk dan jenis.
Ada yang tampaknya buru-buru hingga harus saling mendahului, ada juga yang naik sepeda motor dan terlihat gembira sangat mesra, mungkin ia sedang bersama pacar atau kekasihnya atau juga istrinya. Yang pasti semuanya Nampak sangat sibuk.
Dalam hati aku bertanya, mau kemana mereka semua? apa yang mereka cari ya? Apakah supaya bisa hidup bahagia?
Mereka yang sedang dalam pekerjaan apapun sebutannya, bisa jadi dalam rangka menemui relasi bisnis, atau melaksanakan tugas dari perusahaannya, atau sopir angkutan adalah agar bisa mendapatkan uang, dengan uang ia bisa membuat keluarganya Bahagia.
Demikian juga mereka yang dalam urusan untuk menemui sanak familinya adalah juga untuk bisa berkumpul saling bercerita dan tertawa, juga agar bahagia. Ada juga diantara mereka yang dalam tujuan berobat dari sakit agar segera sehat dan bisa menjalani hidup dengan bahagia. Hal itu jugalah yang dilakukan oleh remaja bersama pacarnya juga agar hati bisa bahagia.
Sebenarnya siapakah yang mengejar dan di kejar itu, hidup mengejar bahagia, atau hidup kita yang di kejar oleh dunia untuk melupakan bahagia yang sebenarnya?
Alqur’an mengingatkan
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur, Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” QS:102: At Takaatsur 1-3
Bahwa jangan sampai terlena dan berlebihan dalam urusan dunia sehingga melupakan urusan dan tujuan meraih bahagia yang sejati dan abadi yaitu kebahagiaan di akhirat.

Artikel Lainnya

1 komentar:

radiointernet said...

betul tuh gan, kesibukan dapat melenakan kita. satu-satu nya cara adalah dengan kembali kepada jalan Alloh swt. jalan Alloh dan Rosul-Nya dengan pemahaman para sahabar ra

Post a Comment

Terima Kasih atas kunjungannya

Mobile

Kategori

INFO THIS SITE

RSSMicro FeedRank Results My Ping in TotalPing.com

Page Rank Check

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Counter


live stats GoStats.com — Free hit counters Ping your blog, website, or RSS feed for Free